Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 29 November 2011

menganalisis siput laut

Tidak seperti siput pada umumnya, siput di laut memiliki warna yang sangat indah. Siput di laut sangatlah berwarna warni, karena pada umumnya siput laut yang biasa di panggil nudibranch(baca: nudi-brank) memakan makanan sangat beracun di dalam laut, sehingga seluruh badan siput laut ini sangatlah beracun jika di makan.

baca selengkapnya: download

Read more...

Selasa, 08 November 2011

ANALISIS EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI PANTAI PASURUAN MENGGUNAKAN METODE SISTEM

Jakarta, Kompas - Reklamasi di sejumlah wilayah Tanah Air menyingkirkan ruang hidup nelayan kecil. Pelebaran daratan itu akan menggusur permukiman nelayan dan menyulitkan penangkapan ikan.
Hartono, nelayan di Kalibaru, Jakarta Utara, Jumat (8/4), menuturkan, nelayan kecil dengan kapal berbobot mati di bawah tiga ton umumnya mencari ikan pada jarak 5 kilometer-7 kilometer dari pinggiran laut. Jenis tangkapan seperti kepiting atau rajungan (kepiting laut) sudah semakin langka. Hasil tangkapan rajungan kini paling banyak hanya 1 kilogram-3 kilogram. Padahal, sekitar dua tahun lalu, hasil tangkapan rajungan bisa mencapai 10 kg-15 kg setiap hari.
”Jika reklamasi diteruskan, ikan menjadi terpencar-pencar dan semakin sulit didapat. Kami harus mencari ikan semakin jauh ke tengah laut, tanpa kejelasan hasil,” ujar Hartono.
Berdasarkan data Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), reklamasi pantai akan tersebar di Jakarta, Surabaya, Semarang, Balikpapan, Padang, Makassar, dan Manado.
Di Jakarta, reklamasi pantai membutuhkan bahan urukan sekitar 330 juta meter kubik. Reklamasi tersebut memperkeruh laut yang saat ini sudah tercemar. Apalagi, dalam delapan bulan terakhir, pencemaran Teluk Jakarta akibat limbah semakin tidak terkendali.
Koordinator Program Kiara Abdul Halim menilai, reklamasi yang terus dibiarkan di Jakarta akan mematikan mata pencarian dan ruang hidup sedikitnya 7.000 nelayan.
Secara terpisah, Misbachul Munir, nelayan di Desa Nambangan, Kecamatan Bulak, Surabaya, Jawa Timur, mengemukakan, rencana reklamasi di pinggiran Selat Madura di Surabaya mengancam perkampungan dan area tangkapan nelayan. Hal itu karena wilayah reklamasi tepat berada di perkampungan nelayan. Menurut Munir, rencana reklamasi seluas 320 hektar itu akan memperlebar daratan sampai sejauh 1.800 meter dari pinggir pantai. Di perairan pinggiran itu, nelayan kecil selama ini biasa menangkap dengan jaring sero (jaring tanam) dan budidaya kerang.
Reklamasi pantai untuk wisata bahari itu akan menutup akses melaut nelayan. Padahal, wilayah itu menjadi andalan tangkapan nelayan dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Pasuruan. ”Warga tidak pernah diajak bicara mengenai reklamasi. Pertemuan dengan pemerintah hanya membahas rencana pemerintah untuk penanggulangan pantai, tetapi ternyata untuk reklamasi,” keluh Munir.
Abdul Halim menyatakan, proyek reklamasi harus ditinjau ulang dan dilakukan analisis mengenai dampak lingkungan yang transparan jika pemerintah berniat melindungi warganya. Pembangunan yang menggusur pencarian nelayan tidak bedanya dengan memperburuk kemiskinan nelayan yang selama ini hidup termarjinalkan. (LKT)

Read more...

Ribuan Kepiting Mati di Pesisir Laut Inggris



Terdapat puluhan ribu bangkai kepiting di pesisir laut inggris, untuk penyebab pastinya belum dapat di identifikasi, seperti halnya peristiwa sekelompok burung dan ikan yang tiba – tiba mati.

Diperkiraan, pada tahun ini akan terdapat 40.000 kepiting mati terdampar di pantai pesisir Kent, Inggris. Seperti dikutip Huffingtonpost dari Live Science, para ahli meyakinkan cuaca dingin merupakan penyebab kematian massal kepiting-kepiting ini.

Penelitian yang dilakukan beberapa tahun terakhir tak membuahkan hasil. Hal ini membuat kejadian ini tetap menjadi misteri. Matinya ribuan kepiting ini serupa dengan kematian massal burung dan ikan di dunia beberapa pekan lalu.

Ribuan burung mati jatuh dari langit Beebe, Arkansas saat malam tahun baru. Menurut ahli, hal itu disebabkan kembang api. Kemudian, 500 burung mati di Lousiana. Di Swedia, 50 burung mati di jalanan dan ratusan burung mati di Kentucky pekan lalu.

Kematian massal ikan juga terjadi di dunia akhir-akhir ini. Sebanyak dua juta ikan ditemukan mati mengambang di Chesapeake Bay Maryland. Kejadian serupa juga terjadi di Selandia Baru dan Brasil. Ahli menduga hal tersebut disebabkan karena cuaca.

Read more...

Anjing Laut Hidup dalam Kelompok Besar

Seperti hewan kebanyakan, anjing laut juga hidup dalam kelompok besar. Di mana, lokasi tempat tinggal mereka seolah hanya dihuni jenis mereka saja. Dan uniknya, ibu-ibu anjing laut tidak pernah tertukar untuk mengenali anak-anak mereka.

Untuk mengenali bayinya, induk anjing laut hanya menggunakan penciuman. Ketika bayi mereka lahir, si ibu memberikan ciuman pertama menyambut kelahiran anaknya. Tidak sekadar ciuman, dengan ciuman ini si ibu akan mengenali bau anaknya yang digunakan untuk mengenali bayinya sendiri.

Tubuh bayi anjing laut dibaluti oleh “minyak bayi” yang menjaga tubuh bayinya tetap hangat. Minyak tersebut sangat tebal dan membantu mereka mengapung ketika pertama kali berlatih untuk berenang, karena massa jenis minyak lebih ringan daripada air. 


Bayi anjing laut hanya membutuh waktu selama 2 minggu untuk belajar berenang. Naluri hewan laut pun keluar dan berenang menjadi bagian kehidupan mereka. Anjing laut dewasa mampu berenang hingga kedalaman 600 meter di bawah laut maupun di air es kutub, dengan suhu sekitar -5 derajat celcius. Hewan ini dijuluki “Penyelam Ulung.” Tetapi saat berada di darat pergerakan Mamalia karnivora ini menjadi lebih lamban.

Anjing laut mampu berenang dalam sungai es bukan karena tanpa sebab. Lemak dalam tubuh mereka mampu menahan rasa dingin yang diberikan sungai-sungai es di daerah kutub.

Read more...

Anjing laut

Anjing laut adalah mamalia besar dari ordo karnivora yang hidup di daerah sejuk. Pada awalnya, anjing laut termasuk ke dalam subordo Pinnipedia, namun sekarang kategori subordo ini telah bergeser menjadi kategori superfamilia. Saat ini, anjing laut dimasukkan ke dalam subordo Caniformia bersama famili Odobenidae (beruang laut / walrus), Otariidae (singa laut), dan Phocidae. Analisis molekular terkini telah membuktikan bahwa anjing laut merupakan kerabat terdekat beruang. Hipotesis lainnya mengatakan bahwa anjing laut merupakan polifiletik dengan anjing laut sejati berasal dari nenek moyang berupa hewan seperti berang-berang sedangkan jenis anjing laut lainnya berasal dari nenek moyang berupa hewan seperti beruang, namun studi molekular terkini yang telah disebutkan sebelumnya meyakinkan bahwa semua jenis anjing laut adalah monofiletik, yaitu berasal dari satu nenek moyang yang sama.

[sunting] Informasi

Anjing laut umumnya bertubuh licin dan cukup besar. Tubuhnya beradaptasi dengan baik untuk habitat akuatiknya, di mana mereka menghabiskan sebagian besar masa hidupnya. Sebagai tangan, kaki depannya berukuran besar dan berbentuk seperti sirip, dan tubuhnya menyempit ke belakang. Anjing laut terkecil, yaitu Arctocephalus galapagoensis memiliki berat sekitar 30 kg untuk ukuran dewasa dan panjang 1.2 meter. Anjing laut terbesar, yaitu anjing laut gajah selatan (Mirounga leonina) memiliki panjang maksimal hingga 4 meter dan berat 2200 kg.
Semua jenis anjing laut merupakan hewan karnivora yang memakan ikan, cumi dan hewan laut lainnya. Anjing laut leopard (Hydrurga leptonyx) kemungkinan merupakan predator terbesar di antara jenis-jenis anjing laut lainnya, yang memakan berbagai macam hewan dari krill,penguin hingga anjing laut lainnya.

Read more...

menganalisis ikan pari

Desa Batukaras merupakan sebuah desa dengan luas wilayah 2.035,045 Ha yang berada di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Desa Batukaras sendiri memiliki enam dusun, dengan karakteristik wilayah yang berbeda-beda disetiap dusunnya, antara lain Dusun Mandala, Dusun Batukaras, Dusun Sanghiang kalang, Dusun Cidahu, Dusun Nagrog dan Dusun Pasuketan. Keenam dusun tersebut memilki potensi-potensi yang berbeda-beda, antara lain dalam bidang pertanian, pariwisata, wiraswasta serta perikanan baik perikanan budidaya maupun perikanan tangkapnya. Potensi perikanan tangkap dimiliki oleh dusun Batukaras dan Sanghiang Kalang dimana sebagian besar masyarakat dusun tersebut bermatapencaharian sebagai nelayan atau sekitar 15% dari total masyarakat desa Batukaras bermatapencaharian sebagai nelayan. Adapun sumber daya perikanan tangkap yang dihasilkan berupa ikan tongkol, kakap, kwe, cucut, tenggiri, layang, pari, cumi-cumi, dan lain-lain.
Sebenarnya kegiatan perikanan di Desa Batukaras ini telah didukung dengan adanya sebuah Kelompok Usaha Bersama yang fokus kegiatannya pada produksi pengolahan sumberdaya perikanan, namun dikarenakan bencana tsunami yang melanda Desa Batukaras beberapa tahun silam, sehingga menyebabkan matinya kelompok usaha ini. Dengan melihat besarnya potensi perikanan di Desa Batukaras dan sebagai masukan untuk Kelompok Usaha Bersama tersebut, maka perlu adanya sebuah kegiatan pelatihan mengenai pengolahan sumberdaya perikanan menjadi sebuah produk yang bernilai jual lebih tinggi yang dapat diaplikasikan oleh masyarakat Desa Batukaras, misalnya produk makanan sebagai salah satu alternatif usaha bagi masyarakat Desa Batukaras.
Adapun kegiatan pelatihan yang dilakukan adalah Pelatihan Pembuatan Nugget dari Ikan Pari dan Rumput Laut (Produksi dan Analisa Ekonomi). Penggunaan ikan pari sebagai bahan baku utama dalam pembuatan nugget ini dikarenakan ikan pari mempunyai nilai jual yang rendah di pasaran dan belum banyak diolah, sehingga diharapkan produk dari hasil olahan ikan pari ini dapat mempunyai nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga ikan pari yang belum terolah. Sedangkan penggunaan rumput laut sebagai bahan tambahan pembuatan nugget ini adalah sebagai bahan pengenyal dan sumber serat yang bagus untuk pencernaan. Untuk analisa ekonomi sendiri diperlukan sebagai pemahaman kepada masyarakat bagaimana strategi pemasaran untuk produk yang akan dihasilkan nanti.

B. Bentuk Kegiatan
Kegiatan ini berbentuk pelatihan yang mencakup penyampaian materi dan dilanjutkan dengan demo pembuatan nugget.
Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat masyarakat dalam mengolah hasil perikanan pasca panen serta menginisiasi keaktifan Kelompok Usaha Bersama �Mina Rasa� Batukaras pasca bencana tsunami melalui pembuatan nugget ikan pari dan rumput laut.

C. Sasaran Kegiatan
Adapun sasaran kegiatan dari Pelatihan Pembuatan Nugget Ikan Pari dan Rumput laut (Produksi dan Analisa Ekonomi), antara lain:
1.������� Anggota Kelompok Usaha Bersama Mina Rasa
2.������� Ibu-ibu Desa Kertayasa

D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan pelatihan pembuatan nugget ikan pari dan rumput laut ini dilaksanakan pada:
Hari, tanggal�� : Kamis, 15 Juli 2010
Waktu������������ : Pukul 14.00 s.d. 16.30 WIB
Tempat����������� : Sekretariat Kelompok Usaha Bersama �Mina Rasa� Batukaras

E. Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Kamis ini dihadiri oleh sekitar 45 orang tamu undangan, baik dari Desa Batukaras maupun Desa Kertayasa. Di antara tamu undangan yang hadir tersebut adalah Kepala Dusun Batukaras (Desa Batukaras), Kepala Dusun Tenjolaya (Desa Kertayasa), Ketua KUD �Mina Rasa� Batukaras, Ketua KUB �Mina Rasa� Batukaras, serta ibu-ibu perwakilan dari Desa Batukaras dan Kertayasa.
Pelatihan ini diawali dengan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh perwakilan tim dosen Universitas Padjadjaran, Ketua KUB �Mina Rasa� Batukaras, Ketua KUD �Mina Rasa� Batukaras, dan perwakilan perangkat desa dari Batukaras maupun Kertayasa. Dalam sambutan ini, disampaikan bahwa harapan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah kembalinya semangat masyarakat untuk mengembangkan kegiatan pengolahan hasil perikanan pasca panen, khususnya dalam pembuatan nugget dari ikan pari dan rumput laut, yang sempat terhenti pasca terjadinya tsunami di daerah Batukaras.
Kemudian, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari tim dosen Universitas Padjadjaran mengenai kandungan gizi dalam beberapa sumber daya hayati laut dan juga cara pembuatan nugget ikan pari dan rumput laut. Materi ini disampaikan oleh Ibu Indira dan Ibu Siti Nurhasanah.
Saat memasuki acara inti, yaitu demo pembuatan nugget ikan pari dan rumput laut, antusiasme dari para tamu undangan mulai terlihat. Perhatian langsung tertuju pada meja demo. Demo ini dilakukan oleh beberapa mahasiswa Universitas Padjadjaran yang didampingi oleh beberapa orang dosen. Selama kegiatan berlangsung, para hadirin diperkenankan untuk maju agar dapat melihat proses pembuatan secara lebih dekat dan ada pula yang ikut berpartisipasi langsung untuk membuat nugget ini.
Langkah-langkah dalam pembuatan nugget ini diawali dengan memfilet Ikan pari sebanyak 300 gr dan dipotong-potong lalu diblender. Kemudian bawang putih dan merica disiapkan lalu ditumbuk. Setelah itu, 200 gram rumput laut disiapkan lalu diptong kecil-kecil dan diblender. Langkah selanjutnya yaitu ikan fillet pari yang telah diblender dicampur dengan bawang putih , dan rumput laut di dalam sebuah baskom kecil , lalu ditambahkan tepung terigu , telur, dan bumbu pengenyal. Diaduk sampai rata dan menjadi sebuah adonan. Setelah adonan merata, dimasukan kedalam loyang. Adonan pun siap untuk dikukus . Adonan nugget dikukus selama 15 menit. Setelah 15 menit, adonan diangkat dan siap untuk dicetak. Kemudian bahan pembalur disiapkan, seperti campuran telur dan tepung maizena, serta tepung panir. Adonan yang telah dicetak dibalur ke dalam campuran telur dan maizena, kemudian dibalur lagi dengan tepung panir. Nugget pun siap untuk digoreng dan dihidangkan.

Read more...

Analisis Punahnya Terumbu Karang di Indonesia

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dan secara geografis terletak di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, keanekaragaman hayati laut di Indonesia tak terhitung jumlahnya. Indonesia mempunyai Terumbu karang yang sangat beraneka ragam dan memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan menyumbangkan stabilitas fisik pada garis pantai tetangga sekitarnya. Oleh karena itu terumbu karang harus dilindungi dan dikembangkan secara terus menerus baik untuk kepentingan generasi sekarang maupun generasi mendatang.
Terumbu karang sangat mudah terpengaruh oleh kondisi lingkungan sekitarnya baik secara fisik maupun biologis. Akibat dari dampak negatif langsung dan tidak langsung pada terumbu karang di Indonesia, sebagian besar terumbu karang di wilayah Indonesia saat ini sudah mengalami kerusakan yang sangat parah. Bagaimanapun juga, tekanan terhadap keberadaan terumbu karang paling banyak diakibatkan oleh kegiatan manusia, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan. Peningkatan kegiatan manusia sepanjang garis pantai semakin memperparah kondisi terumbu karang.
Oleh karena itu merupakan kebutuhan mendesak untuk menerapkan konservasi dan rencana- rencana pengelolaan yang baik untuk melindungi terumbu karang dari kerusakan yang semakin parah. Langkah dan kebijakan yang perlu kita lakukan untuk mengurangi ancaman terhadap terumbu karang di Indonesia adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlunya menjaga kelestarian terumbu karang dan meningkatkan keterlibatan dari semua pihak dalam menjaga kelestarian terumbu karang di Indonesia.
1.2 Maksud dan tujuan.
1.         Dapat mengetahui kondisi terumbu karang di Indonesia.
2.         Mempelajari mengenai fungsi dan manfaat terumbu karang.
3.         Dapat mengetahui sebab – sebab kerusakan terumbu karang yang selama ini terjadi dan mengetahui dampak bagi lingkungan.
4.         Dapat mengetahui hal – hal apa saja yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan              terumbu karang.
1.3 Kegunaan Penulisan
Dari hasil karya tulis ini diharapkan dapat memberi informasi yang bermanfaat. Pertama, dapat memberi gambaran kondisi terumbu karang di Indonesia yang sudah sangat memprihatinkan. Kedua, dapat memberi informasi mengenai terumbu karang, baik fungsi dan manfaatnya bagi masyarakat. Ketiga, dapat mengetahui penyebab kerusakan terumbu karang yang selama ini telah terjadi di perairan Indonesia. Keempat, dapat mengetahui dan ikut serta dalam upaya penyelamatan lingkungan, khususnya terumbu karang. Kelima, dapat meningkatkan kesadaran serta ikut terlibat dalam menjaga kelestarian terumbu karang di Indonesia.
2. Permasalahan Umum
2.1 Pentingnya Terumbu Karang
Sebagian besar wilayah Indonesia adalah lautan, sehingga dengan demikian secara alamiah bangsa Indonesia merupakan bangsa bahari. Hal ini ditambah lagi dengan letak wilayah Indonesia yang strategis di wilayah tropis. Hamparan laut yang luas merupakan suatu potensi  bagi bangsa Indonesia untuk mengembangkan sumber daya laut yang memiliki keragaman baik sumberdaya hayati maupun sumberdaya lainnya.
Sebagai suatu bangsa bahari yang memiliki wilayah laut yang luas dan dengan ribuan pulau besar dan kecil yang tersebar di dalamnya, maka keberhasilan bangsa Indonesia juga ditentukan dalam memanfaatkan dan mengelola wilayah laut yang luas tersebut. Keunikan dan keindahan serta keanekaragaaman kehidupan bawah laut dari kepulauan Indonesia yang membentang luas di cakrawala khatulistiwa masih banyak menyimpan misteri  dan tantangan terhadap potensinya.
Salah satu dari potensi tersebut atau sumberdaya hayati yang tak ternilai harganya dari segi ekonomi atau ekologinya adalah sumberdaya terumbu karang, apabila sumberdaya terumbu karang ini dikaitkan dengan pengembangan wisata bahari mempunyai kualitas yang sangat besar.  Karena keberadaan terumbu karang tersebut sangat penting dalam pengembangan berbagai sektor termasuk sektor pariwisata. Seperti, kepulauan Raja Ampat di Papua Barat sebagai kepulauan dengan jenis terumbu karang tertinggi di dunia diiringi beberapa nama wilayah lain di Indonesia termasuk Bali, Bunaken di sulut, NTT,Kalimantan timur yaitu kepulauan Derawan, Sulawesi Tenggara dengan kepulauan Wakatobi nya, teluk cenderawasih di Papua, Pantai-pantai ini terkenal dengan keindahaan alam dasar laut yang mempesona. Khusus mengenai terumbu karang, Indonesia dikenali sebagai pusat terumbu karang untuk seluruh indo-pasifik , karena Indonesia memiliki areal terumbu karang seluas 60.000 km2 lebih.
Indonesia terkenal dengan Negara maritim. Sehingga banyaknya lautan atau pantai yang memikat para pengunjung yang ingin menikmati keindahannya. Contohnya Pulau Bunaken yaitu kawasan konservasi laut yang sudah tersohor, pantai ini memang patut diselami bagi para pecinta snorkeling dan diving. Permukaan air Laut Bunaken banyak di penuhi puluhan manusia yang ingin menyelam. Tujuan mereka yaitu menikmati keindahan bawah laut menggunakan masker bersnorkel. Ada juga yang menyewa speedboat,dan kapal kayu bermotor milik nelayan setempat. Bahkan beberapa orang sengaja ber-jetski. Mereka datang ditemani pemandu yang sebagian besar mengetahui titik-titik baik untuk bersnorkeling ke tempat yang indah dan aman. Dengan bersnorkeling, memang pengunjung dapat dengan jelas melihat aneka terumbu karang dan ikan hias yang ada di Bunaken. Meskipun hanya di permukaan saja. Tapi itu  sudah cukup membuat pengunjung terhipnotis dan betah berlama-lama hingga lupa waktu. Mereka bisa menyelami keindahan Bunaken secara utuh, lebih dekat dengan terumbu karang dan biotanya yang beragam. Pengunjung juga bangga karena mereka bisa menikmati salah satu keindahan alam bawah laut yang tersohor di Indonesia tanpa merusak terumbu karang apalagi membawa sampah. Terumbu karang yang indah ini merupakan rumah bagi ribuan jenis binatang dan tumbuhan laut yang memiliki nilai ekonomi dan estetika tinggi. Setiap makhluk hidup yang tinggal di ekosistem terumbu karang memiliki fungsi yang berbeda dan saling bergantung satu dengan lainnya. Namun inilah yang akan cepat musnah  bila kita tidak menjaganya sekarang.
Terumbu karang adalah karang yang terbentuk dari kalsium karbonat koloni kerang laut yang bernama polip yang bersimbiosis dengan organism miskroskopis. Terumbu karang bisa dikaitkan sebagai hutan tropis ekosistem laut. Ekosistem ini terdapat di laut dangkal yang hangat dan bersih,serta merupakan ekosistem yang sangat penting dan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.
Dalam ekosistem terumbu karang, terdapat karang yang keras dan lunak. Karang batu adalah karang yang keras disebabkan oleh adanya zat kapur yang dihasilkan oleh binatang karang. Melalui proses yang sangat lama. Binatang karang yang kecil membentuk koloni karang yang kental, yang menjadi pembentuk utama ekosistem terumbu karang. Walaupun terlihat sangat kuat dan kokoh , karang sebenarnya sangat rapuh, mudah hancur dan sangat rentan terhadap perubahan lingkungan.
2. 2 Fungsi Terumbu Karang
Terumbu karang juga mempunyai fungsi yang sangat bermanfaat untuk kita dan berbagai jenis hewan yang ada di laut, Fungsi terumbu karang yaitu :
1.         Pelindung ekosistem pantai.
Terumbu karang berfungsi untuk menahan dan memecah energi gelombang sehingga   mencegah terjadinya abrasi dan kerusakan di sekitarnya.
2.         Terumbu karang sebagai penghasil oksigen.
Terumbu karang memiliki kemampuan untuk memproduksi oksigen sama seperti fungsi hutan di daratan, sehingga menjadi habitat yang nyaman bagi biota laut.
3.         Rumah bagi banyak jenis mahluk hidup.
Terumbu karang menjadi tempat bagi hewan dan tanaman yang berkumpul untuk mencari makan, berkembang biak, membesarkan anaknya, dan berlindung. Bagi manusia, ini artinya terumbu karang mempunyai potensial perikanan yang sangat besar, baik untuk sumber makanan maupun mata pencaharian mereka.
4.         Sumber obat-obatan .
Pada terumbu karang banyak terdapat bahan-bahan kimia yang diperkirakan bisa menjadi obat bagi manusia. Saat ini sudah banyak dilakukan berbagai penelitian mengenai bahan- bahan kimia tersebut untuk dipergunakan untuk mengobati berbagai penyakit.
5.         Objek wisata .
Terumbu karang yang bagus akan menarik minat wisatawan pada kegiatan diving, karena variasi terumbu karang yang berwarna-warni dan bentuk yang memikat merupakan atraksi tersendiri bagi wisatawan baik asing maupun domestik.
6.         Daerah Penelitian .
Penelitian akan menghasilkan informasi penting dan akurat sebagai dasar pengelolaan yang lebih baik. Selain itu, masih banyak jenis ikan dan organisme laut serta zat-zat yang terdapat di kawasan terumbu karang yang belum pernah diketahui manusia sehingga perlu penelitian yang lebih intensif untuk mengetahuinya.
7.         Mempunyai nilai spiritual
Bagi banyak masyarakat, laut adalah daerah spiritual yang sangat penting. Laut yang terjaga karena terumbu karang yang baik tentunya mendukung kekayaan spiritual ini.
2.3 Manfaat dari Terumbu Karang
Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam, baik secara ekologi maupun ekonomi. Jenis-jenis manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung:
a.         Pemanfaatan secara langsung oleh manusia adalah pemanfaatan sumber daya ikan, batu karang, pariwisata, penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya. Dengan adanya terumbu karang, Indonesia dapat menghasilkan ikan dengan jumlah yang banyak sehingga nelayan dapat memperoleh pendapatan yang besar, dan dengan adanya terumbu karang Indonesia juga dapat meningkatkan devisa dari sektor pariwisata.
b.         Pemanfaatan secara tidak langsung adalah seperti fungsi terumbu karang sebagai penahan abrasi pantai, keanekaragaman hayati dan lain sebagainya.
3.Permasalahan spesifik
3.1 Persebaran dan Kondisi Terumbu Karang
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia,Terumbu karang yang luas melindungi kepulauan Indonesia. Indonesia juga memiliki keanekaragaman hayati yang tertinggi di dunia. Terumbu karang di Indonesia memberikan keuntungan dan pendapatan yang besar. Dengan kondisi alam dan keanekaragaman hayati yang begitu banyak yang dimiliki Indonesia, seharusnya bisa dimanfaatkan dengan sebaik- baiknya.Terumbu karang di Indonesia yang sangat beragam dan bernilai, mengalami ancaman yang sangat besar. Ketergantungan yang tinggi terhadap sumberdaya laut telah menyebabkan eksploitasi besar-besaran dan kerusakan terumbu karang, terutama yang berdekatan dengan pusat pemukiman penduduk.
Penangkapan ikan secara ilegal telah meluas ke banyak pulau di Indonesia, bahkan di daerah yang dilindungi, tidak hanya penangkapan ikan secara ilegal saja melainkan juga dari beberapa faktor yang telah mencemari perairan Indonesia seperti berbagai perusahaan industri yang telah mengalirkan limbah ke sungai yang nantinya akan bermuara ke laut, serta masyarakat yang telah membuang sampah atau mengotori sungai maka ini semua akan semakin mempengaruhi kerusakan perairan Indonesia yang semakin parah. Hal ini bukan hanya mengakibatkan kerusakan perairan Indonesia saja melainkan kerugian ekonomi yang sangat besar, sehingga daerah perairan Indonesia sekarang ini sudah tidak dapat berfungsi dengan baik. Di Indonesia keberadaan pengelolaan dan institusi khusus untuk melindungi terumbu karang Indonesia sangatlah sedikit. Oleh sebab itu Pemerintah Indonesia tidak dapat memenuhi target pengelolaan yang direncanakan, karena tidak adanya koordinasi serta kondisi politik yang bergejolak.
Eksploitasi berlebihan pada sumber daya hayati sekarang ini menjadi isu kritis, dan menjadi masalah besar dalam manajemen keanekaragaman hayati khususnya keanekaragaman biota laut karena biota laut yang ada di perairan Indonesia sangat berpengaruh terhadap adanya terumbu karang yang dapat melindungi berbagai macam jenis hewan yang ada di perairan Indonesia . Olek karena itu kerusakan terumbu karang yang ada di perairan Indonesia sangat banyak menyita perhatian dari masyarakat, karena peranannya yang sentral dalam ekosistem laut.
3.2 Penyebab Kerusakan Terumbu Karang
Sejak dahulu penduduk yang tinggal di dekat pantai berhubungan dengan terumbu karang dalam kondisi yang harmonis. Namun dalam beberapa waktu terakhir ini, melalui adanya teknologi baru dan naiknya permintaan terhadap produksi laut menyebabkan terumbu karang menjadi obyek dari perusakan yang serius. Banyak ilmuwan melihat bahwa penyebab utama kerusakan terumbu karang adalah manusia, misalnya melalui kegiatan tangkap lebih terhadap hasil laut, penggunaan teknologi yang merusak (seperti bom ikan,dan lain-lain), erosi, polusi industri dan dari kegiatan pertambangan telah merusak terumbu karang baik secara langsung maupun tidak langsung. Ini semua merupakan ulah manusia yang hanya mementingkan diri sendiri dan tidak berfikir  bagaimana seharusnya ia dapat memanfaatkan dan menjaga  keanekaragaman hayati yang telah memberikan keuntungan bagi kita dan masyarakat lain. Akar permasalahan dari timbulnya ulah manusia untuk merusak terumbu karang adalah :
  1. Kependudukan dan Kemiskinan .
Indonesia merupakan Negara yang memiliki berjuta-juta jiwa yang sangat memperihatinkan. Kemiskinan Negara Indonesia ini dipengruhi oleh padatnya penduduk dan masyarakat yang tidak berkecukupan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga banyaknya masyarakat yang bersaing demi mencukupi kebutuhan hidupnya tanpa mempedulikan peraturan pemerintah yang berlaku.
  1. Tingkat Konsumsi Berlebihan dan Kesenjangan Sumber daya Alam.
Banyaknya masyarakat yang telah memanfaatkan perairan Indonesia untuk menghidupi keluarganya dengan cara menangkap ikan yang berlebihan sehingga mengakibatkan berkurangnya sumber daya alam dan ekonomi yang menurun.
  1. Kelembagaan dan Penegakan Hukum
Kurangnya penegakan hukum yang ada di Indonesia mengakibatkan berkurangnya tingkat kesadaran masyarakat untuk memahami pentingnya perairan dan terumbu karang yang ada di Indonesia.
d. Rendahnya Pemahaman tentang Ekosistem
e. Kegagalan sistem Ekonomi dan Kebijakan dalam Penilaian Ekosistem
3.2.1 Kerusakan Terumbu Karang Akibat Pembangunan di Wilayah Pesisir
Wilayah pesisir yang tidak dikelola dengan baik dapat mengancam keselamatan terumbu karang akibat sedimentasi dan pencemaran perairan laut. Pengerukan, reklamasi, penambangan pasir, pembuangan limbah padat dan cair, dan konstruksi bangunan, semuanya dapat mengurangi pertumbuhan karang, bahkan menyebabkan pemutihan karang dalam kasus-kasus yang berat. Ancaman terhadap terumbu karang akibat pembangunan wilayah pesisir dianalisis berdasarkan jarak ke pusat pemukiman penduduk, luas area pusat pemukiman, tingkat pertumbuhan penduduk, dan jarak ke pangkalan udara, pertambangan, fasilitas pariwisata, dan pusat fasilitas selam.
3.2.2 Kerusakan Terumbu Karang Akibat Pencemaran
Perairan Indonesia lambat laun sudah mulai kehilangan keanekaragaman hayati yang menguntungkan, itu semua karena banyaknya pencemaran yang tidak karuan sehingga menyebabkan daerah lautan tercemar dengan berbagai macam faktor yang mempengaruhinya. Diantaranyan adalah sebagai berikut :
1. Pencemaran Laut
Aktivitas di laut yang mengancam terumbu karang antara lain pencemaran dari pelabuhan, tumpahan minyak, pembuangan bangkai kapal, pembuangan sampah dari atas kapal, dan akibat langsung dari pelemparan jangkar kapal. Ini semua sangat merusak keindahan laut sehingga dapat memusnahkan terumbu karang dan menjadi tempat yang tidak layak lagi untuk dijadikan sebagai tempat tanggal hewan laut.
2.Sedimentasi dan Pencemaran Darat
Penebangan hutan, perubahan tata guna lahan, dan praktek pertanian yang buruk, semuanya menyebabkan peningkatan sedimentasi dan masuknya unsur hara ke daerah tangkapan air. Sedimen dalam kolom air dapat sangat mempengaruhi pertumbuhan karang, atau bahkan menyebabkan kematian karang. Kandungan unsur hara yang tinggi dari aliran sungai dapat merangsang pertumbuhan alga yang beracun.
3.Eksploitasi
Penangkapan ikan secara berlebihan memberikan dampak perubahan pada ukuran, tingkat kelimpahan, dan komposisi jenis ikan. Hal itu disebabkan ikan turut berperan di dalam mencapai keseimbangan yang harmonis di dalam ekosistem terumbu karang. Penangkapan besar-besaran akan menyebabkan terumbu karang menjadi rapuh terhadap gangguan dari alam maupun gangguan dari kegiatan manusia.
Penangkapan ikan dengan menggunakan racun dan pengeboman ikan merupakan praktek yang umum dilakukan, yang memberikan dampak sangat negatif bagi terumbu karang. Penangkapan ikan dengan racun ke daerah terumbu karang, yang kemudian akan membunuh atau membius ikan-ikan. Karang yang terkena racun akan mengalami pemutihan dan kematian. Pengeboman ikan dengan dinamit atau dengan racikan bom lainnya, akan dapat menghancurkan struktur terumbu karang, dan membunuh banyak sekali ikan yang ada di sekelilingnya.
4. Perubahan Iklim Global
Isu mengenai global warming yang banyak dibicarakan, berdampak besar pada terumbu karang. Peningkatan suhu permukaan laut telah menyebabkan pemutihan karang (bleaching) yang lebih parah dan lebih sering. Peristiwa-peristiwa alam seperti El Nino dan Tsunami juga menyebabkan kerusakan yang serius terhadap kelangsungan hidup terumbu karang.
3.3 Dampak Dari Kerusakan Terumbu Karang
Ancaman terhadap kelangsungan hidup terumbu karang, mengakibatkan kerusakan lingkungan yang besar. Terumbu karang yang merupakan sentral dari ekosistem laut sangat mempengaruhi kehidupan di laut. Komposisi oksigen di laut menjadi berkurang. Banyak biota laut, baik hewan maupun tumbuhan akan ikut musnah jika terumbu karang menjadi rusak. Selain itu, di daerah-daerah pesisir pantai akan mudah terjadi abrasi, mengakibatkan perubahan lingkungan yang drastis dan membuat tidak adanya perlindungan terhadap daerah pantai. Berbagai pencemaran yang terjadi bukan hanya merusak laut tapi juga mengancam kesehatan manusia. Ikan yang ditangkap dengan menggunakan racun kemudian di konsumsi sangat membahayakan manusia. Sungguh amat di sayangkan jika Indonesia yang notabene mempunyai 60% jenis terumbu karang di seluruh Dunia harus rusak karena keseimbangan ekosistem laut yang diganggu tangan-tangan jahil maupun karena faktor alam sendiri.
4. Pemecahan Masalah.
4.1 Perlunya Kesadaran Manusia
Dalam upaya menyelamatkan terumbu karang, yang paling utama adalah perlunya kesadaran dari manusia untuk menjaga dan melestarikan terumbu karang. Untuk itu, diperlukan pemberian informasi, pengetahuan, dan wawasan mengenai terumbu karang. Fungsi dari terumbu karang, manfaatnya, kondisi dari terumbu karang saat ini, dan apa yang akan terjadi jika kerusakan terumbu karang ini terus berlanjut. Dengan adanya pendidikan mengenai terumbu karang, maka akan ada rasa memiliki sehingga manusia bisa peduli dan melindungi terumbu karang. Beberapa hal berikut yang dapat dilakukan secara individu untuk mengurangi kerusakan terumbu karang :
  • Terapkan prinsip daur ulang dan hemat energi. Terumbu karang adalah ekosistem yang sangat peka terhadap perubahan iklim. Kenaikan suhu sedikit saja dapat memicu pemutihan karang. Pemutihan karang yang besar dapat diikuti oleh kematian massal terumbu karang. Jadi apapun yang dapat kita lakukan untuk mengurangi dampak global warming, akan sangat membantu terumbu karang.
  • Buang sampah pada tempatnya, tidak membuang sampah ke sungai yang kemudian akan bermuara ke laut. Hewan laut besar sering terkait pada sampah-sampah sehingga mengganggu gerakannya. Misalnya sampah plastik yang transparan diperkirakan kadang dimakan oleh penyu karena tampak seperti ubur-ubur. Sampah plastik ini akan mengganggu pencernaanya.
  • Bergabung dengan organisasi pecinta lingkungan. Saling berbagi ilmu, pendapat, dan
berdiskusi. Membangun trend hidup ramah lingkungan.
  • Bergabung dengan gerakan-gerakan sukarelawan, atau terlibat aktif dalam kegiatan
lingkungan.
  • Bagi penyelam pemula atau yang sedang belajar sebaiknya melakukan penyelaman di
perairan yang tidak ber-terumbu karang.
4.2 Peranan pemerintah
Keikutsertaan pemerintah dalam melestarikan terumbu karang sangat penting. Pemerintah sebagai pengatur dan pengawas masyarakat. Pemerintah dapat menetapkan kebijakan dan peraturan-peraturan untuk menyelamatkan terumbu karang. Membuat rencana-rencana perbaikan lingkungan yang sudah rusak dan mencegah kerusakan terumbu karang. Pemerintah juga dapat bekerja sama dengan lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi lingkungan untuk menjaga kelestarian terumbu karang. Misalnya melakukan kampanye-kampanye lingkungan hidup bekerjasama dengan media- media atau organisasi seperti National Geographic Indonesia, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan Yayasan TERANGI (Terumbu Karang Indonesia) dan lainnya untuk mengawasi kelangsungan hidup terumbu karang. Baik mengawasi eksploitasi karena ulah manusia, pertumbuhan terumbu karang yang sedang direstorasi, dan pengawasan daerah terumbu karang yang terancam di Indonesia.
Upaya untuk memulihkan keadaan semula atau sering disebut dengan restorasi adalah tindakan untuk membawa ekosistem yang telah tersingkirkan menjadi semirip mungkin dengan kondisi aslinya sedangkan tujuan utama restorasi terumbu karang adalah untuk peningkatan kualitas terumbu yang tersingkirkan dalam hal struktur dan fungsi ekosistem. Mencakup restorasi fisik dan restorasi biologi. Restorasi fisik lebih mengutamakan perbaikan terumbu dengan fokus pendekatan teknik, dan restorasi biologis yang terfokus untuk mengembalikan biota berikut proses ekologis ke keadaan semula. Pemerintah harus benar-benar merealisasikan upaya-upaya untuk menyelamatkan terumbu karang. Pemerintah perlu bersikap tegas mengenai kerusakan lingkungan yang terjadi dan berusaha dengan sebaik-baiknya melindungi terumbu karang yang juga merupakan aset negara.
4.3 Upaya Perlindungan Lingkungan Secara Global
Perubahan – perubahan lingkungan yang terjadi akan berdampak pada perubahan lingkungan secara global. Antara satu negara dengan negara lain memiliki tanggung jawab yang sama terhadap kerusakan lingkungan. Banyak deklarasi-deklarasi yang disepakati oleh banyak negara dalam upaya menyelamatkan lingkungan. Begitu pula dengan menyelamatkan terumbu karang. Telah banyak kesepakatan-kesepakatan yang telah disetujui oleh banyak negara untuk bekerja sama dalam menjaga lingkungan. Dalam deklarasi ini disepakati komitmen bersama mengenai penyelamatan lingkungan laut dari ancaman global warming dan komitmen program penyelamatan lingkungan laut secara berkelanjutan di tiap negara.
Kampanye lingkungan hidup seperti ini sangat baik bagi upaya penyelamatan lingkungan. Apalagi dilakukan secara global yang menjaring banyak pihak sehingga diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih cepat dan lebih baik lagi.
KESIMPULAN
  1. 1. Dalam menyelamatkan kelangsungan hidup terumbu karang yang paling utama adalah perlunya kesadaran dari manusia sendiri selaku pihak yang telah banyak melakukan kerusakan  pada terumbu karang. Dengan cara tidak membuang sampah dan mengotori lingkungan. Melakukan kampanye lingkungan hidup serta turut aktif dalam kegiatan penyelamatan lingkungan hidup.
  2. Pemerintah membuat kebijakan dan peraturan yang tegas megenai kegiatan perusakan lingkungan.Pemerintah bekerja sama dengan lembaga dan organisasi untuk mengawasi naik-turunnya perubahan lingkungan, memberi pendidikan lingkungan hidup, dan melakukan kampanye-kampanye agar masyarakat peduli akan lingkungan.
  3. Upaya – upaya penelitian yang telah banyak dilakukan untuk menjaga dan melindungi agar terumbu karang dapat bertahan dan tumbuh kembali dari kerusakan lingkungan. Dengan melakukan restorasi secara fisik maupun biologis.
  4. Kampanye-kampanye yang banyak dilakukan hendaknya tidak hanya di jadikan wacana, tapi dijalankan dengan sungguh-sungguh. Upaya penyelamatan lingkungan perlu dilakukan secara global karena lingkungan satu negara dengan negara lain saling berkaitan.
  5. Bumi kita hanya ada satu, karena itu harus dijaga dan dilindungi dengan baik agar tidak menyesal di kemudian hari. Marilah kita sebagai bangsa Indonesia ikut berpartisipasi dalam melaksanakan program untuk  melestarikan Terumbu karang yang ada di Indonesia.
Penulis :
DEVI FITRI ARYANI (0302509037)

Read more...

Terumbu Karang Rusak Perlu Analisa

PANGKALPINANG, BANGKAPOS.com -- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Belitung, Sugianto mengatakan kalau perlu analisa yang lebih mendalam mengapa transpalansi terumbu karang yang dilakukan oleh Tim Eksplorasi Terumbu Karang oleh UBB bisa tidak berhasil.

"Kenapa mati perlu ada kajian yang lebih mendalam. Apakah benar karena sendimen tailing aktivitas penambangan atau memang tempatnya yang tidak bagus," kata Sugianto kepada bangkapos.com, Senin (2/5/2011).

Ditambahkannya, terumbu karang merupakan aset negara dan penting untuk di jaga kelestariannya.

"Karang itu aset, aset yang sangat mahal," imbuhnya.

Nasib transplantasi terumbu karang yang dilakukan oleh Tim Eksplorasi Terumbu Karang UBB ironis. Transplantasi karang yang dilakukan Mei 2010, sebanyak 100 transplant karang di perairan Pantai Teluk Limau Sungailiat hanya dua transplantasi yang masih hidup.

Rusaknya terumbu karang hasil transplantasi terumbu karang yang dilakukan oleh Tim Eksplorasi Terumbu Karang UBB diduga disebabkan oleh aktivitas penambangan laut yang dilakukan di perairan Pantai Teluk Limau Sungailiat Bangka.

Read more...

Read more...

Penyu Kian Terancam Kimia Buatan Manusia

turtle
esciencenews.com
 
 
Riset pertama yang aktif menganalisa penyu jantan menggunakan satelit pelacakan terkait polutan geografis mengungkap fakta mengejutkan. Apa itu?Riset mengungkap fakta kimia buatan manusia mengancam penyu malang ini. Riset yang diterbitkan di Environmental Toxicology and Chemistry ini menganalisis tingkat kimia dalam darah penyu.
“Risiko ditimbulkan bahan pencemar organik persisten (POPs) yang sebagian besar merupakan misteri pengancam penyu tempayan laut,” kata pemimpin penulis Jared Ragland dari College of Charleston.
“Pemahaman jelas risiko ini sangat penting bagi pengelola satwa liar yang berusaha memelihara kesehatan reproduksi individu aktif dan berkelanjutan kehidupan secara keseluruhan”.
Sebanyak 29 ekor penyu ditangkap di Port Canaveral, Florida dan dipasang pemancar satelit sebagai bagian proyek Dinas Kelautan Perikanan Nasional. Darah penyu dianalisa untuk melacak pestisida organoklorin (OCP), polychlorinated biphenyls (PCB), eter difenil bifenil (PBDEs) dan toxaphenes, bahan kimia yang memiliki efek karsinogenik dan perkembangan saraf.
Dari 29 penyu, 19 penyu dianalisa untuk mengetahui kadar POPs dan dipisah menjadi dua kelompok dan diawasi selama 60 hari. Sebanyak 10 kura-kura pergi ke utara di sepanjang pantai Atlantik Amerika Serikat (AS) dan akhirnya sampai di perairan New Jersey-South Carolina. Sementara itu, sembilan penyu tetap tinggal di Cape Canaveral.
Data pelacakan mengungkap, individu yang bermigrasi ke utara setelah musim kawin memiliki konsentrasi plasma darah POPs dan membuat mereka berisiko tinggi terkena efek toksik dibanding penyu yang tinggal di Florida.
Penyu yang bermigrasi menghadapi keracunan kumulatif akibat pencemar yang menyusup pada rantai makanan mereka melalui spesies mangsa penyu, termasuk kepiting.
“Meski penyu terdaftar sebagai spesies terancam selama lebih dari 30 tahun, baru saat ini kami bisa memulai memeriksa efek bahan kimia buatan manusia pada hewan-hewan di alam liar,” tutupnya. [mor]

Read more...

menganalisis udang laut

Analisis Usaha Budidaya Tambak Udang Dengan Pendekatan Tata Ruang Wilayah Pada Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu Batulicin

I. PENDAHULUAN
Pemanfaatan dan pengembangan potensi sumberdaya perairan pantai dan laut menjadi paradigma baru pembangunan di masa sekarang yang harus dilaksanakan secara rasional dan berkelanjutan. Kebijakan ini sangat realistis karena didukung oleh fakta adanya potensi sumberdaya laut dan pantai yang masih cukup besar peluang untuk pengembangan eksploitasi dibidang perikanan baik penangkapan maupuan usaha budidaya ikan.
Sebagai kabupaten baru Tanah Bumbu yang dulunya termasuk dalam wilayah Kabupaten Kota Baru telah ditetapkan sebagai suatu Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet), berdasarkan Kepres Nomor 11 Tahun 1998 tanggal 19 Januari 1998 (Anonim 2004b), tetantang penetapan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu dan sesuai dengan peruntukannya berdasarkan pada rencana tata ruang yang telah ditetapkan.
Untuk itu perlunya eevaluasi terhadap pembangunan yang telah dicapai khususnya sektor perikanan budidaya tambak meliputi aspek kesesuaian lahan dan pemanfaatan lahan maupun aspek ekonomis untuk budidaya berdasarkan lingkup Kapet Batulicin, dengan demikian maka perlu dilakukan penelitian terhadap aspek usaha dan pola pemanfaatan ruang budidaya di Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu Batulicin ini, hal ini berguna untuk membantu pemerintah daerah dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan perikanan budidaya di Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu.
II. MATERI DAN METODE
3.1. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dimana menurut Moch. Nazir (2003), metode survey adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual.
3.2. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang Lingkup penelitian adalah Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu Batulicin yang berada pada Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan.
3.3. Wilayah Kajian dan Variabel Penelitian
Wilayah kajian penelitian adalah Kabuapaten Tanah Bumbu meliputi Kecamatan Batulicin, Kusan Hilir, Sei Loban dan Kecamatan Satui,
3.4. Parameter dan Variabel Penelitian
Parameter penelitian yang diamati adalah kesesuaian lahan budidaya, pemanfaatan lahan, serta aspek ekonomis dari usaha budidaya tambak.
3.4.1. Parameter Kesesuaian Lahan
Terbagi atas dua komponen yaitu berdasarkan aspek kesesuaian tata ruang berdasarkan RTRW Kapet Batulicin dan kesesuan lahan berdasarkan aspek fisika dan kimia perairan tambak dengan kriteria kesesuaian lahan budidaya tambak DKP (2002) meliputi :
a. Parameter topografi tanah : kelerengan, tekstur, drainase dan ketebalan gambut.
b. Parameter fisika : suhu air, kecerahan dan pola amplitudo pasang surut air laut.
c. Parameter kimia : oksigen terlarut, Amoniak, salinitas, pH dan H2S.
d. Parameter iklim : curah hujan dan hari hujan.
3.4.2. Parameter Pemanfaatan Lahan
Parameter pemanfaatan lahan meliputi variabel :
a. Luas lahan yang termanfaatkan untuk kegiatan budidaya udang windu dan luas lahan yang diperuntukan untuk kawasan budidaya.
b. Tekanan penduduk, merupakan laju pertambahan tingkat pemanfaatan sumberdaya kawasan yang dinilai dengan penduduk sekitarnya.
c. Persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan lahan, merupakan tanggapan masyarakat terhadap suatu kawasan.

Read more...

menganalisis kerang laut

Banyak yang mengenal mutiara dari jenis kerang mutiara yang umum dibudidaya, namun ternyata masih banyak potensi mutiara yang bisa dihasilkan oleh moluska jenis lain termasuk jenis siput atau gastropod (klik link ini untuk infonya http://www.shanghaigems.com/site/natural-pearls/). Potensi ini memang sangat besar! Sebut saja mutiara dari Strombus gigas atau Melo melo dan dari jenis abalone, Haliotis iris yang terkenal di Selandia Baru. Jangan dulu bicara tentang mutiara 'paua' (paua pearls) yang dihasilkan Haliotis iris karena mutiara ini sudah bisa dibudidayakan. Kita bicara saja tentang siput Melo melo atau Strombus gigas (Queen conch) yang bisa menghasilkan mutiara dengan harga selangit atau mutiara yang dihasilkan oleh begitu banyak anonymous siput. Mengapa mereka hingga saat ini belum juga diupayakan pembudidayaannya? Alasannya sederhana, siput tak sama dengan kerang bivalva. Siput memiliki lobang yang kecil sehingga sangat susah untuk menyisipkan 'sesuatu' yang memancing terbentuknya mutiara seperti pada kerang bivalvia yang umum dibudidaya untuk menghasilkan mutiara. Caranya?.... Inilah yang sementara dilakukan oleh beberapa mahasiswa Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi dalam menyelesaikan tugas akhir mereka dengan berbagai percobaan agar suatu saat mutiara budidaya bisa dihasilkan siput. Tantangannya ternyata bukan bagaimana memasukkan sesuatu lewat lobang yang sempit, tetapi bagaimana memancing tubuh lunak gastropod keluar seperti pada gambar.



© 2011, N. Gustaf F. Mamangkey

Tuesday, September 28, 2010

Ingin jaga kualitas mutiara? Jangan bunuh donornya! But how?

Kualitas mutiara sangat tergantung dari kondisi donor. Donor yang baik dipercaya akan menghasilkan mutiara yang baik pula. Dalamm proses penyisipan inti mutiara, potongan kecil mantel donor akan turut disisipkan dan menempel pada inti yang disisipkan terdahulu. Mantel (disebut juga saibo) inilah yang akan membungkus inti dang menghasilkan lapisan mutiara. Nah, kualitas mutiara (warna, kilau, bentuk mutiara, ukuran, kontur permukaan) dipercaya berasal dari donor yang disisipkan. Sehingga kesalahan pemilihan donor akan berimbas pada kualitas mutiara yang dihasilkan.
Sayang sekali dalam setiap operasi penyisipan inti mutiara, donor harus dibunuh. Dengan demikian, donor yang berperan dalam menghasilkan mutiara kualitas baikpun tak bisa digunakan lagi. Harapannya, apabila donor itu dibiarkan hidup maka kemungkinan penggunaan donor untuk operasi berikutnya terbuka lebar. Sang donor bisa saja dijadikan sebagai brood-stock (induk) untuk menghasilkan anakan kerang donor yang baik.
Salah satu cara untuk mempertahankan donor adalah dengan mencoba penggunaan mantel hasil regenerasi. Mantel hasil regenerasi ini akan menginformasikan donor mana yang bisa dipakai untuk keperluan broodstock. Penelitian yang dilakukan pada Pinctada maxima menghasilkan suatu terobosan baru dalam budidaya mutiara. Ternyata mantel kerang mutiara P. maxima bisa dipotong dan dijadikan saibo tanpa harus membunuh kerangnya. Bagian mantel yang dipotong akan bertumbuh dengan sendirinya dan menutup luka potongan. Bahkan untuk ukuran potongan sebesar 10 x 30 mm akan sembuh total dalam waktu 3 bulan saja. Hasil ini membuka peluang dalam budidaya mutiara untuk mencegah donor dibunuh dan juga sekaligus mengoptimalkan bagian mantel yang dipotong untuk dipakai dalam kegiatan penyisipan inti mutiara. Informasi yang didapatkan dari potongan mantel tersebut akan menjadi dasar bagi pelaku usaha budidaya mutiara untuk memilih donor mana yang berperan aktif pada pembentukan mutiara bernilai tinggi.
Informasi selengkapnya bisa diunduh dari artikel berjudul: Regeneration of excised mantle tissue by the silver-lip pearl oyster, Pinctada maxima (Jameson).

Read more...

menganalisis siput laut

Tidak seperti siput pada umumnya, siput di laut memiliki warna yang sangat indah. Siput di laut sangatlah berwarna warni, karena pada umumnya siput laut yang biasa di panggil nudibranch(baca: nudi-brank) memakan makanan sangat beracun di dalam laut, sehingga seluruh badan siput laut ini sangatlah beracun jika di makan. Inilah sebabnya kita dapat menemukan siput laut berjalan-jalan dengan tenangnya di dasar laut tanpa perlu takut mereka akan di makan oleh binatang yang lebih besar.


Sayang siput laut ini tidak memiliki mata untuk melihat warnanya dia sendiri. Mereka berjalan-jalan di dasar laut dengan alat yang bernama rhinophores, yaitu dua tanduk yang terdapat di bagian depan dari siput itu. Tanduk-tanduk terserbut bukanlah digunakan sebagai alat perlindungan tapi merupakan alat untuk mendeteksi makanan dan arah kemana mereka berjalan. Selain itu, terdapat pula insang yang berbentuk rumbai-rumbai yang terletak di punggung siput ini. Rumbai-rumbai itu berfungsi seperti hidung bagi manusia.


Nudibranch memiliki kemampuan berkembang biak cukup pesat karena mereka sendiri adalah hewan berjenis kelamin ganda, sehingga mereka dapat menghasilkan telur tanpa perlu mencari pasangan walaupun itu sangat jarang terjadi.

Read more...

menganalisis lkan hiu

Walaupun terkesan ganas tetapi ikan ini dapat dibudidayakan baik lokal maupun luar negeri. Meskipun perawatannya bisa dilakukan ketika tidak sedang bekerja, tetapi lebih baik menggunakan jasa pegawai.
KONSUMEN
Konsumen kita adalah para pecinta ikan hias baik dalam maupun luar negeri. ada juga restauran penjual ikan hiu.
BAGAIMANA MEMULAI
Siapkan akuarium dengan ukuran minimal 180 x 70 x 70 cm. Bibit dapat diperoleh di Lampung dan Kepulauan Bangka. Hiu dengan panjang 60 cm Rp 600 ribu, jika ingin di ekspor harganya dapat dijual Rp 700 ribu.
HAMBATAN
Hambatan yang terjadi adalah pada saat memelihara dan menjualnya karena konsumen golongan menengah keatas.
KUNCI SUKSES
harus mempelajari bagaimana merawat dan membudidayakan ikan dengan baik. Pemasarannya dapat dilakukan dengan membagikan brosur dan mengikuti pameran.
TIps MEMELIHARA IKAN HIU
1. Pemberian makan yang baik adalah 2 x sehari pagi dan sore berupa ikan mas dan udang.
2. Arus air 3 x lebih besar dari ikan air tawar
3. Penggantian air harus rutin dalam 2 sampai 3 buln sekali.
ANALISIS BEP
INVESTASI AWAL
Akuarium dan ikan        Rp 4.500.000,-
TOTAL            Rp   500.000,-
BIAYA OPERASIONAL
Bahan baku            Rp 1.000.000,-
Gaji pegawai            Rp   600.000,-
Listrik dan telepon        Rp   400.000,-
Transportasi            Rp   500.000,-
TOTAL            Rp 2.500.000,-
Omzet per bulan                Rp 4.000.000,-
Laba per bulan                 Rp 1.500.000,-
analisis BEP                > 1 tahun
To contact the seller please click here to visit the original ads

BUDIDAYA IKAN ARWANA

Posted 303 hari ago around Budidaya on craigslist
Ukuran ikan yang dapat mencapai hampir 1 meter cukup digemari para penggemar ikan hias meski perawaatannya cukup sulit.
KONSUMEN
Konsumen kita adalah selain para pengecer, juga para penggemar ikan hias langsung serta hotel atau perusahaan yang sering menjadikan ikan ini sebagai dekorasi. ikan ini juga menjadi komoditas ekspor
BAGAIMANA MEMULAI
Kita harus tinggal di daerah yang airnya cukup bersih untuk memelihara ikan ini. Mencari bibit dari agen penjual. Untuk ukuran 2 inchi, harganya sekitar Rp 25 ribu sampai Rp 35 ribu. Pelajari dengan benar cara merawat ikan ini karena perawatannya cukup sulit.
HAMBATAN
Karena perawatan yang cukup sulit, banyak orang yang kurang tertarik memeliharanya.
KUNCI SUKSES
Harus menghubungi hotel atau perusahaan untuk meningkatkan penjualan. Promosi di media massa dan internet dapat menjadi alternatif. ajang pameran ikan hias juga target dalam penjualan.
TIPS MERAWAT DAN BUDIDAYA IKAN ARWANA
Parameter air
1. pH air sebaiknya netral (6-7)
2. Kesadahan sebaiknya pad GH 8 derajat.
3. Temperatur yang baik adalah 26-30 C. Hindari perubahan suhu mendadak yang dapat membuat shock ikan.
Penggantian Air
Kotoran ikan arwana cukup banyak dengan unsur nitrogen yang cukup tinggi. Penggantian air yang rutin adalah wajib yaitu 25-30% setiap minggunya.
Pakan
Pemberian pakan Untuk ikan diatas 35 cmbisa diberi makan sehari atau dua kali sehari. Sedang ukuran 15-35 cm bisa diberi makan dua kali sehari, dibawah 15 cm dianjurkan membeli makan 3xsehari.
Jenis pakan
Jenis pakan yang bisa diberikan untuk ikan ini adalah ikan kecil, udang, serangga, cacing, ulat, kodok kecil, kadal kecil, dan pelet.
ANALISIS BEP
INVESTASI AWAL
Bibit ikan             Rp   500.000,-
Akuarium             Rp   500.000,-
TOTAL            Rp 1.000.000,-
BIAYA OPERASIONAL
Bibit, listrik, dll        Rp 1.000.000,-
Omzet per bulan                Rp 2.000.000,-
Laba per bulan                 Rp 1.000.000,-
analisis BEP                6 Bulan

Read more...

cumi raksasa

Spesies Cumi Cumi Terbang Berhasil Ditemukan Oleh Seorang Wartawan dan Fotografer

Tentu sudah tahu apa itu Cumi-cumi karena akrab dengan dapur dan tak asing muncul sebagai hidangan lezat. Tapi jarang menemukan hewan laut jenis moluska ini melayang di udara atau terbang beberapa saat meninggalkan habitatnya.
Seperti yang diabadikan Graham Ekins, seorang fotografer Inggris, berhasil memotret Cumi-cumi terbang. Hewan invertebrata atau tanpa tulang belakang ini meloncat dari air laut di perairan Jepang dan beberapa saat terbang di udara. Benar-benar foto langka dan indah.
Makhluk ini menggunakan siripnya berfungsi seperti sayap mengendalikan arah terbang dan melayang. Bahkan menurut pengamatan fotografer tersebut, cumi-cumi ini mampu terbang setinggi 65 kaki atau 20 meter dari permukaan laut.
Graham (60) setelah berhasil mengabadikan Cumi-cumi terbang itu mengatakan, “Saya beruntung” ujar dia dikutip the sun (14/12) waktu setempat.
Cumi-cumi biasa berukuran sekitar 5 cm tapi ada juga yang raksasa di daerah Newfoundland. Cumi yang biasa dikonsumsi manusia adalah jenis Logilo Pealei yang biasa hidup di permukaan laut.
Sedangkan jenis cumi yang bisa terbang, mirip seperti cara ikan terbang biasanya terjadi bila cuaca sedang buruk. Saking ramai cumi terbang kadang terdampar di dek kapal nelayan seolah-olah pasrah.
Pada foto Graham tersebut tampak Cumi sedang melayang di udara, matanya menyala mirip mata manusia tapi tanpa kelopak. Sedangkan semua siripnya merentang berfungsi untuk terbang

Cumi Cumi Monster Raksasa Memiliki Mata Sebesar Bola Voli

Sesuai ukuran tubuhnya yang sangat besar, mata cumi-cumi raksasa yang sedang diotopsi bagkainya di Selandia Baru juga demikian. Bahkan, mata cumi-cumi jenis kolosal tersebut mungkin mata hewan terbesar di dunia saat ini.
Betapa tidak, matanya berdiameter 27,5 centimeter atau hampir sebesar bola voli. Lingkaran lensa matanya saja sebesar buah jeruk. Salah satu matanya terlihat masih utuh saat lapisan es yang melindunginya mulai mencair sedikit demi sedikit dalam sebuah tangki penelitian di museum nasional Selandia Baru, Te Papa Tongerawa.
“Ini satu-satunya sampel mata yang utuh dari seekor cumi-cumi kolosal yang pernah ditemukan. Sungguh spektakuler. Ini adalah mata terbesar yang pernah diketahui di sunia hewan,” ujar Kat Bolstad, pakar dari Universitas Teknologi Auckland, salah satu anggota tim ilmuwan yang tengah mempelajari bangkai cumi-cumi “monster” yang ditangkap seorang nelayan tanpa sengaja dari perairan Antartika Kutub Selatan tahun lalu.
Cumi-cumi tersebut merupakan spesimen terbesar spesies Mesonychoteuthis hamiltoni, jenis cumi-cumi raksasa yang masih sangat misterius karena hidup di laut dalam. Saat ditangkap, ukuran tubuhnya lebih dari delapan meter dan berat setengah ton, namun para ilmuwan memperkirakan jenis cumi-cumi ini dapat tumbuh lebih besar hingga 13 meter.
Hanya sedikit informasi mengenai kehidupan cumi-cumi tersebut. Selama ini, cumi-cumi raksasa dikenal sebagai makhluk agresif dan mampu bertahan hidup di kedalaman hingga 2000 meter.
Hasil otopsi yang dilakukan secara intensif sejak Rabu (30/4) menunjukkan bahwa cumi-cumi tersebut berjenis kelamin betina. Dalam kantung ovariumnya juga ditemukan beberapa ribu telur. Hasil otopsi akan menguak anatomi dan rahasia kehidupan cumi-cumi “monster” tersebut.

Cumi Cumi Raksasa Sepanjang 8 Meter Dan Berat 500 Kg Akan Diotopsi

Para ilmuwan kelautan dari Selandia Baru memulai persiapan untuk mengotopsi seekor cumi-cumi raksasa yang ditangkap tahun lalu. Penelitian terhadap cumi-cumi seberat 500 kilogram dan panjang 7,8 meter itu dilakukan untuk mengungkap rahasia salah satu raksasa laut yang masih sangat misterius.
Cumi-cumi tersebut telah dikeluarkan dari kotak es ruang penyimpanannya dan dipindahkan ke dalam tangki berisi larutan garam hari ini. Es juga ditambahkan ke selama tangki agar proses pencairan lambat sehingga bagian tubuh terluar yang masih segar tidak rusak karena keriput.
Setelah mencair seluruhnya, para peneliti akan mempelajari lebih dalam mengenai bentuk anatominya, membedah isi perut dan mulutnya. Sampel jaringan juga akan diambil untuk analisis DNA dan mengidentifikasi jenis kelaminnya. Proses otopsi untuk mengungkap kehidupan cumi-cumi raksasa tersebut rencananya dilakukan mulai Rabu (30/4).
“Jika ternyata diketahui jantan, ini berarti laporan ilmiah pertama mengenai deskripsi jenis jantan dari spesie ini,” ujar Steve O’Shea, pakar cumi-cumi dari Universitas Teknologi Auckland yang akan terlibat dalam penelitian. Cumi-cumi kolosal betina pernah diidentifikasi dari spesimen yang ditemukan tahun 2003. Usai otopsi, bangkai cumi-cumi raksasa tersebut akan dipamerkan dalam tangki berisi formalin 900 liter di sebuah museum di Wellington.
Selama ini, cumi-cumi kolosal banyak diberitakan dari cerita dari mulut ke mulut nelayan. Tak ada seorang pun yang pernah melihatnya lansgung pada habitatanya di perairan dalam.
Seorang nelayan tanpa sengaja menangkap seekor cumi-cumi raksasa itu di lepas pantai Antartika pada Februari 2007 saat mengail ikan gigi Patagonia atau ikan bass Chili. Cumi-cumi tersebut terseret ujung kail dari laut dalam ke permukaan karena memangsa ikan tersebut.
Sadar bahwa hasil tangkapannya sangat bernilai, nelayan tersebut mengambilnya dan menjaga kondisinya di atas kapal. Kemudian, museum nasional Te Papa Tongerawa mengambil alih perawatan setelah dilaporkan.
Spesimen tersebut tercatat sebagai spesies Mesonychoteuthis hamiltoni terbesar yang pernah ditangkap. Cumi-cumi kolosal terbesar sebelumnya yang ditemukan tahun 2003 hanya seberat 330 kilogram dan berjenis kelamin betina. Meski demikain, seekor cumi-cumi kolosal diperkirakan dapat tumbuh hingga 13 meter.

Cumi-cumi Raksasa Seberat 250 Kg Tertangkap Nelayan Australia

Seekor cumi-cumi sepanjang 6 meter tertangkap di Australia. Beratnya juga tak main-main, mencapai 250 kilogram.
Cumi-cumi raksasa tersebut ditangkap para nelayan yang tengah menjaring ikan di pantai tenggara benua paling selatan tersebut. Nahkoda kapal yang bernama Rangi Pene mengatakan bahwa cumi-cumi tersebut telah tewas saat terjerat jaring pada kedalaman 500 meter.
Saat ini cumi-cumi tersebut dikemas dalam kotak penyimpan khusus dan disimpan di ruang pendingin sebuah museum di Portland. Saking besar dan berat ukurannya, untuk mengangkat bangkainya saja dibutuhkan 10 orang.
Paul McCoy, seorang pakar biologi kelautan Australia, mengatakan bangkai cumi-cumi raksasa tersebut akan disimpan sebagai koleksi museum. Analisis yang segera dilakukan akan mengungkap lebih jelas jenis cumi-cumi tersebut, usia, dan mungkin penyebab tewasnya.
Ada beberapa jenis cumi-cumi raksasa yang masih hidup saat ini. Taningia danae adalah jenis cumi-cumi raksasa yang hidup di perairan tropis dan subtropis Lautan Pasifik dan dapat tumbuh hingga 2,3 meter dan berat 61,4 kilogram. Spesies sejenis dari famili Architeuthidae bahkan bisa tumbuh sampai 10 meter.
Sementara cumi-cumi raksasa yang memiliki ukuran terbesar adalah dari jenis cumi-cumi kolosal (Mesonychoteuthis hamiltoni) yang diperkirakan dapat tumbuh hingga 20 meter. Cumi-cumi kolosal yang bangkainya diteliti di Selandia Baru beberapa waktu lalu memiliki mata sebesar bola voli dan lensa mata sebesar buah jeruk.
Cumi-cumi raksasa adalah salah satu makhluk laut yang legendaris dan dikenal sebagai monster laut karena ukurannya. Hewan yang lebih sering terlihat nelayan di lautan lepas juga banyak dikenal sebagai mitos sebagai penyerang agresif yang memiliki tentakel beracun.

Cumi Cumi Alien Memiliki Tentakel Yang Berfungsi Seperti Kaki

Jauh di gelapnya laut pada kedalaman 2,5 kilometer ternyata hidup cumi-cumi yang aneh. Cumi-cumi tersebut pantas disebut alien karena bentuk tubuhnya berbeda dengan cumi-cumi umumnya dan belum pernah ditemukan sebelumnya.
Cumi-cumi yang diperkirakan dari kelompok Magnapinna karena memiliki sirip besar itu memiliki tentakel panjang dan besar yang lebih mirip lengan. Bahkan bentuknya mirip kaki bersiku karena di bagian tengahnya dapat menekuk. Panjang tubuhnya sekitar 7 meter.
Dilihat dari perilakunya, lengan yang dimiliknya mungkin sangat kuat. Sebab, dalam hitungan detik, lengan cumi-cumi yang besar tersebut bergerak layaknya belalai gajah dan kemudian sebagian menekuk layaknya kaki yang bersiku.
Sosok cumi-cumi alien itu direkam kapal selam kecil tanpa awak yang membawa kamera bawah air milik perusahaan minyak Shell pada 11 November lalu di Teluk Meksiko sekitar 320 kilometer dari Houston, Texas, AS.
Video tersebut menunjukkan perlunya perhatian perusahaan penambang minyak untuk peduli terhadap pengaruh operasi dan pengeboran lepas pantai terhadap kehidupan bawah air yang belum banyak terjamah manusia.

Cumi Cumi Raksasa Sebesar Hampir 6 Meter Ditangkap Di Meksiko

Para peneliti secara kebetulan mendapati seekor cumi-cumi raksasa sepanjang 5,9 meter tertangkap dalam jaring mereka di pesisir Lousiana, Teluk Meksiko. Temuan hewan langka di lokasi tersebut menunjukkan banyak hal yang tidak kita ketahui mengenai cumi-cumi raksasa.
Cumi-cumi yang baru terjaring itu beratnya mencapai 46,7 kg. Ia tertangkap tanggal 30 Juli dalam jaring trawl pada kedalaman 450 meter di bawah air yang ditarik kapal peneliti. Namun, hewan itu mati karena tidak bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan tekanan pada kedalaman air berbeda saat dibawa ke permukaan.
“Saat jaring pukat itu muncul dari air, saya melihat ada sesuatu yang besar di dalamnya, sangat besar,” ujar Anthony Martinez, peneliti mamalia air dari National Oceanic and Atmospheric Administration.
Para peneliti yang sebenarnya sedang meneliti jenis makanan paus sperma itu berniat mengawetkan cumi-cumi yang mereka temukan dan mengirimkannya ke Museum Sejarah Alam Smithsonian untuk diselidiki lebih lanjut.
Cumi-cumi raksasa jarang sekali ditemukan dalam keadaan utuh. Peneliti biasanya hanya menjumpai sisa-sisa tubuhnya dalam perut hewan pemangsanya seperti paus sperma. Hal tersebut menjadikan temuan kali ini sangat berharga karena peneliti bisa mempelajari hewan itu secara lebih lengkap.
Cumi-cumi raksasa bisa mencapai panjang 12 meter dan biasanya ditemukan di laut dalam, seperti di perairan Spanyol dan Selandia Baru. Sebelumnya baru tercatat sekali, yakni pada tahun 1954, seekor cumi-cumi raksasa ditemukan mati terapung di Delta Mississippi, masih di sekitar Teluk Meksiko.

Spesies Cumi Cumi Baru Ditemukan Di Samudra Hindia

Para ilmuwan menemukan spesies cumi-cumi baru di Samudra Hindia. Penemuan itu dilaporkan oleh International Union for the Conservation Nature, Senin (15/11/2010). Adapun spesies tersebut termasuk dalam famili Chiroteuthid.
Spesies yang ditemukan memiliki ukuran panjang sekitar 70 cm ini memiliki organ yang mampu memancarkan cahaya untuk menakuti mangsanya. Menurut laporan IUCN, spesies tersebut ditemukan di bagian dasar laut yang terjal.
Sejauh ini, telah ditemukan 70 spesies cumi-cumi dalam ekspedisi tersebut. Semua spesies cumi-cumi itu mewakili 20 persen dari spesies cumi-cumi yang ada di dunia.
“Selama 10 hari ini, para ilmuwan bekerja dengan mikroskop untuk mengidentifikasi berbagai jenis ikan, cumi-cumi dan makhluk laut menarik lainnya,” ungkap Alex Rogers, ahli biologi kelautan dari Zoological Society of London.
Carl Gustaf Lundin, Pemimpin IUCN Global Marine Programme, mengatakan bahwa penemuan spesies baru ini tidak hanya akan memuaskan para ilmuwan yang bekerja di lapangan. “Penelitian ini juga berguna bagi pengelolaan ekosistem di Samudra Hindia dan ekosistem laut dalam secara global.”
Penemuan spesies cumi-cumi itu merupakan bagian dari ekspedisi penelitian menggunakan kapal riset yang tahun lalu mengarungi Samudra Hindia untuk mengumpulkan 7.000 sampel makhluk hidup dari kedalaman 1.200 meter.

Cumi Cumi Dengan Mata Super Besar

Sebuah bola mata yang lebih besar daripada piring porselen makan malam. Tim ilmuwan kelautan internasional di Selandia Baru menemukannya pada cumi-cumi laut dalam yang sudah langka, Mesonychoteuthis hamiltoni atau yang juga dikenal dengan cumi kolosal. Diameter mata cumi itu terukur sekitar 11 inci, dengan lensanya yang setara dengan buah jeruk. “Ini adalah bola mata terbesar dalam sejarah dan yang pernah dipelajari dalam dunia hewan,” kata Eric Warrant, profesor indra penglihatan khusus hewan invertebrata dari University of Lund, Swedia.
Warrant adalah anggota tim yang meneliti jasad si cumi di Museum Te Papa Tongarewa. Sejak ditemukan terdampar di lepas pantai Laut Ross, Antartika Utara, tahun lalu, spesimen cumi kolosal yang pernah didapat itu memang dibekukan di museum nasional Selandia Baru itu. Panjangnya 26 kaki, berat sekitar lima kuintal, dengan satu dari sepasang bola matanya masih melekat di tempatnya.
Lensa matanya yang superbesar berperan menjaring sebanyak mungkin cahaya di laut dalam dan gelap yang diselaminya. Dengan kemampuannya itu, cumi kolosal masih bisa berburu dengan baik di kedalaman 6.500 kaki. Pemburu yang agresif, begitu jenis cumi ini dikenal.

Read more...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP